6 Cara Self-Healing: Penyembuhan Luka Batin


Beberapa orang mengalami lelah emosional dalam berbagai bentuk. Sedih karna gagal pada suatu hal, sesuatu yang tidak diinginkan datang, marah pada diri sendiri karena suatu hal, ekspektasi tidak sesuai dengan kenyataan, dan masih banyak lagi hal yang dapat membuat luka pada diri kita. Setelah itu, apa yang akan kamu lakukan? Bisakah luka itu hilang dengan sendirinya?

Kita tahu bahwa cara mengobati sakit adalah dengan mengonsumsi obat, cara mempertahankan kekebalan tubuh dengan mengonsumsi vitamin, dan cara mencegah virus yang masuk ke dalam tubuh adalah dengan vaksin. Namun, apakah kita benar-benar tahu bagaimana caranya menyembuhkan luka batin yang bersembunyi di dalam diri?

Kita mampu merawat kulit, gigi, mata, dan tubuh. Namun, apakah kita juga mampu merawat pikiran dan perasaan kita sendiri?

Sebenarnya manusia memiliki kemampuan menyembuhkan dirinya sendiri. Inilah keyakinan yang diterapkan dalam teknik penyembuhan holistik dengan self-healing.

"Karena kita adalah penyembuh terbaik bagi diri sendiri," kata praktisi kesehatan holistik, Reza Gunawan, dalam keterangannya kepada detikHealth dan ditulis pada Selasa (20/1/2015).

Self-healing adalah sebuah proses sederhana membantu menyembuhkan luka batin dengan melibatkan kekuatan diri secara penuh untuk beranjak dan bangkit dari penderitaan. Tanpa bantuan orang lain, tanpa media apapun. Self-healing membantu kita mengenali pikiran dan perasaan negatif yang selama ini mengurung diri. Setelah mengenali dan menerimanya, kita akan mampu mengurai satu persatu masalah yang membebani pikiran dan perasaan kita tadi. Tujuannya bukan mengingat-ingat luka yang telah berlalu, tetapi mengajak kita untuk lebih memahami diri.

Menerima ketidaksempurnaan dan membentuk pikiran positif dari apa yang terjadi adalah inti dari proses menyembuhkan diri sendiri. Kita memiliki kendali untuk mengubah perasaan kacau menjadi bermakna. Karena bisa jadi seiring dengan berjalannya waktu, kita kembali dihadapkan pada permasalahan yang sama sehingga membuat kita merasa selalu “diuji” dengan hal yang sama berulang kali. Hal itu tidak jarang membuat kita kembali jatuh dan merasa lelah menjalani kehidupan.

Untuk yang belum selesai dengan masalah emosinya sendiri, beberapa cara di bawah ini semoga bisa membantu menyembuhkan diri sendiri dari dalam.

Me Time
Masalah yang belum selesai pada sebagian orang umumnya berkaitan dengan kehadiran orang lain. Me time ini berguna untuk membuat setiap orang memikirkan dirinya sendiri terlebih dahulu.

Saat seseorang terlalu sibuk memikirkan orang lain, terkadang ia lupa memikirkan diri sendiri. Meluangkan waktu untuk diri sendiri benar-benar akan membuat kita merasa lebih bermakna. Membuat kita merasa bahwa pusat dari segala kehidupan ini adalah diri sendiri. Orang lain hanyalah pelengkap kebahagiaan.

Berdialog dengan Diri Sendiri
Bicaralah pada diri sendiri tentang apa yang sebenarnya diinginkan. Jujur pada diri sendiri lebih baik ketimbang melampiaskan segala perasaan buruk kita pada sesuatu. Satu-satunya orang yang mampu berbicara dengan lubuk hati terdalam adalah diri sendiri. Saatnya mulai memahami diri sendiri untuk bisa bersyukur atas apa yang hidup ini berikan.

Berdamai dengan Keadaan
Mengingat kembali peristiwa-peristiwa buruk yang masih membekas di hati memang tak terhindarkan. Setiap orang berhak marah atas hal itu. Orang yang hatinya terluka sangat dalam tidak akan dengan mudah melupakannya. Namun, apakah dengan menyalahkan keadaan atas atas semua peristiwa buruk itu bisa dibenarkan? Apakah dengan mengutuk keadaan bisa membuat batin kita tenang? Tidak. Alangkah lebih bijaknya kita jika mencoba berdamai dengan keadaan. Menerima setiap keadaan yang menimpa kita ini sebagai guru kehidupan yang menempa pribadi kita lebih baik lagi

Mindfulness bisa dilakukan dengan berbagai cara. Salah satunya dengan mencari tempat yang sekiranya tenang, kemudian memejamkan mata. Fokus terhadap diri sendiri dan segala pikiran yang kita miliki. Dengan penuh kesadaran, cobalah untuk memahami setiap pergulatan emosi yang ada di dalam diri. Mindfulness ini akan lebih baik jika kita melakukannya secara rutin. Misal, satu sebelum berangkat ke kantor, kampus, sekolah, dan sebagainya.

Meningkatkan self-compassion
Self-compassion mampu membuat orang memaknai pengalaman yang tidak nyaman dengan emosi yang berbeda. Artinya, ketidaknyamanan yang dimiliki seseorang dapat dimaknai secara positif jika meningkatkan self-compassion. Meningkatkan kepedulian terhadap diri sendiri, merespon peristiwa buruk dengan perasaan lapang dada, dan selalu berupaya membebaskan diri dari duka yg berlarut.

Jadikan penyesalan sebagai kekuatan
Sebagian orang pernah mengalami hal yang memalukan dalam hidupnya. Sebagian lain juga pernah berbuat kesalahan yang sudah disesalinya. Namun, tidak sedikit pula mereka yang menyesal tak ada habisnya, hingga menimbulkan perasaan yang tidak nyaman. Gelisah, cemas dan terus memikirkan hal tersebut membuat hati seseorang lelah.

Tidak bisa dipungkiri bahwa kita sebagai manusia terkadang bisa menekan perasaan gelisah dan sesal itu. Kita bisa saja mengabaikan pikiran-pikiran yang mengganggu itu dengan menyibukkan diri. Namun, dengan mengabaikan perasaan itu justru akan membuat emosi kita makin lelah. Sebab, perasaan itu bisa muncul kapanpun.

Oleh karena itu, jadikanlah sebuah penyesalan terberat sekalipun di dalam hidup kita ini sebagai pelajaran. Boleh sesekali mengingat kejadian itu, tapi gunakanlah sudut pandang yang berbeda. Bicaralah pada diri sendiri bahwa melakukan kesalahan itu wajar. Yang perlu dilakukan hanyalah belajar untuk tidak mengulanginya.

Setiap orang adalah penyembuh terbaik bagi dirinya sendiri. Setiap luka batin, masa lalu yang kelam, pengalaman pahit, kegagalan hidup hanyalah sebuah peristiwa. Setiap peristiwa bisa disikapi dengan bijaksana dan setiap luka yang membekas bisa disembuhkan. Setiap hal buruk di dunia ini akan terus terjadi, maka maknailah semua luka itu sebagai ujian perjalanan hidup.

Let others know the importance of mental health !

“If there’s no breaking then there’s no healing, and if there’s no healing then there’s no learning.” – One Tree Hill




 referensi:

Comments